Pages

Selasa, 14 Mei 2013

kisah inspiratif dan motivasi bangkit


Bismillah....
Sebuah kisah, mungkin menginspirasi dan memotivasi.. agar kita bisa lebih memaknai syukur dan sabar menjadi sebuah keniscayaan yang mampu mengantarkan pada indahnya cinta dari Sang Pemilik kehidupan. Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.. dibalik penderitaan pasti akan ada kebahagiaan ketika kita mampu bersikap atas kehendak dan perintahNya...

Bukan dengan mengeluh..
bukan dengan bersedih setiap saat..
bukan dengan mengobral cerita duka hati agar mendapatkan simpati...
Tapi bersandar kepadaNya.. berharap kepadaNya.. dan "bershahabat" denganNya..
Karena tiada tempat mengadu terbaik selainNya..
tiada tempat berharap seindah kepadaNya.. tiada "shahabat" terbaik selain Dia....


"Sesungguhnya Allah tidak akan memandang pada rupa-rupamu, bentuk tubuhmu, dan harta bendamu, tetapi Allah akan memandang kepada hati dan kelakuanmu.”
(HR. Thabrani)

Furqon, sebut saja demikian. Sosok pemuda luar biasa yang mungkin sempurna merasakan indahnya cinta dariNya. Walau berupa ujian derita dan kesulitan hidup.. yang mungkin tidak semua orang bisa menghadapinya dengan begitu ikhlas dan sabar...

Terlahir dengan fisik yang kurang sempurna, tinggi badan yang tak lebih dari 100 cm, dan 2 pasang kaki yang tidak sama panjang.. tapi Furqon melalui hari-harinya dengan keikhlasan dan ketsiqahan tinggi terhadap taqdir Allah untuknya. Tidak pernah mengeluh, atau putus asa.Tak ada rasa rendah diri, tapi tetap tawadhu dan begitu santun dalam pergaulannya. Sangat menjaga dirinya terhadap lawan jenis.

Furqon terlahir tanpa tahu siapa orangtuanya. Tinggal di sebuah panti asuhan, hingga usia SMP. dia mengikhlaskan dirinya keluar, disaat seharusnya ia menikmati bangku SMA, ia memberikan tempatnya untuk adik-adik yang datang ke panti asuhan dengan nasib serupa.

Melakoni hidup dengan perjuangan namun tetap memilih pekerjaan apapun yang halal. Dari seorang tukang sampah, penjual koran, penjual minuman di pinggir jalan, hingga akhirnya ia mengabdikan dirinya di sebuah masjid. Allah pun membawanya menjadi seorang aktivis da'wah, yang tak pernah absen menunaikan amanah, dan selalu menjaga komitmennya nyaris sempurna. Sering ia yang menjadi motivasi para ikhwan ketika mereka stagnan dalam kefuturan dan merasa lelah melewati setiap episode perjuangan da'wah.

Ketika satu persatu para ikhwan menjalankan amanah, menggenapkan setengah dien.. Furqon tidak pernah memaparkan kegundahannya. Walaupun semua tahu, Furqon juga hanyalah manusia biasa, laki-laki biasa.. yang Allah karuniakan keinginan untuk bisa membentuk mahligai rumah tangga bersama wanita shalihah. Namun, sepertinya Furqon mencoba untuk "tahu diri" dengan keadaan dirinya. Maka dia pun tidak pernah menguataran keinginannya, bahkan walau hanya dengan kata-kata " kiasan".

Suatu ketika, pernah ia ditanya. Adakah kriteria akhwat yang dia kehendaki sebagai istri? Furqon hanya tersenyum malu. Jawabannya saat itu , "Allah lebih tahu yang terbaik untuk saya, menikah atau tidak.. Rasanya tidak berhak saya meminta atau menentukan.. karena sudah terlalu banyak nikmat Allah untuk saya..."

Subhanallah...
Semua tetap berusaha , berikhtiar menemukan taqdir siapa pendampingnya. Walau berkali-kali pula terpaksa harus menahan rasa. Memang tidak bisa memaksa para akhwat yang belum siap menerima kondisinya. Karena, bagaimanapun juga.. pernikahan pada akhirnya harus terangkum kecenderungan antara 2 pihak yang akan melakukannya.

Tapi janji dan Cinta Allah memang tak bisa menjauh dari hamba-hambaNya yang ikhlas dan selalu bersyukur atas semua taqdir yang ditetapkan padanya. Seorang akhwat shalihah, dengan fisik sempurna, nyaris tanpa cela.. yang bisa saja memilih seorang ikhwan yang sekufu dengannya.. atau lebih dari itu, namun, pada akhirnya mengazzamkan diri, mengikhlaskan diri untuk menetapi taqdir, menjadi bidad
ari untuk seorang akh Furqon.

Melewati proses meyakinkan diri.. berkali-kali dicoba untuk berfikir ulang memastikan keputusannya. Dengan menjelaskan detail bagaimana dan seperti apa Furqon sebenarnya.. juga kepada keluarganya. Dan kehendak Allah memang tidak pernah kita bisa menduganya. Aisyah, sebut saja demikian, menjawab dengan mantap, "INSYA ALLAH... DIA YANG TERBAIK". "Saya tidak melihat dari fisiknya.Tapi saya melihat ada mutiara indah dari Allah yang akan bersinar bersama saya di dunia dan akan mengantarkan saya bersamanya ke surga, InsyaAllah..."

Sekali lagi.. rekan-rekannya hanya mampu bertasbih, bertakbir dan bertahmid. Pun dengan Furqon setelah diberitahukan tentang hasilnya. Seketika airmatanya mengalir deras.Terangkai dengan sujud syukur yang begitu lama...

Indahnya karunia kesabaran dan keikhlasan seorang hamba...
Aisyah, mungkin mutiara yang memang diperuntukkan untuk seorang "mutiara" Furqon. Ia menjadi sosok akhwat yang begitu luar biasa.. bukan hanya mengkondisikan dirinya.. tapi mampu mengkondisikan keluarganya.. walau harus dengan perjuangan yang berat untuk bisa meyakinkan mereka bisa menerima Furqon.

Selanjutnya.. semua proses itu berlangsung dengan indah.. Dan semua yang mengetahuinya pun tak lepas terus melafadzkan tasbih dan syukur..

Betapa Allah tak pernah melalaikan hamba-hambaNya yang ikhlas ..
tak mudah mengeluh dan memiliki keyakinan utuh kepada Nya..
MenjadikanNya satu-satunya tempat mengadu..
tempat bersandar dan tempat memasrahkan asa dan keyakinan...
Furqon dan Aisyah menjadi mutiara-mutiara indah yang mungkin keelokannya tak semua bisa melihat dengan jelas..
Tapi Allah, tak pernah salah memilih makhluknya menjadi mutiara-mutiara penuh cahaya..walau ia berkubang dalam lumpur "kekurangan"...

Mereka tetaplah mutiara.. Hingga detik ini, sekian tahun Allah mengumpulkan mereka dalam mahligai pernikahan.. Mereka tak pernah berubah... Semakin kokoh dalam biduk rumah tangga.. semakin kuat saling mendukung.. tak surut dalam setiap perjalanan da'wah.. dan telah terlahir mutiara-mutiara indah dari mereka .. yang begitu santun, tawadhu, cerdas dan Insya Allah, mereka azzam-kan menjadikan mutiara-mutiara itu bagian dari pengusung da'wah , dai-daiyah yang menjaga Al Qur'an dengan hafalannya...

Subhanallah...
Mereka bisa.. Maka kita yang diberi kelebihan , sudah seharusnya juga bisa.. InsyaAllah.. Biidznillah..
Semoa Allah memberkahi mereka... Dan semoga kita pun bisa menjadi mutiara seperti mereka...
Aamiin...

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan
keluar (dari urusannya), dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya".
[QS. At Thalaq: 2 - 3]

Wallahu Ta'ala A'lam Bishowab

uca[an selamat ulang tahun



#Maaf, Aku Tak Kan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun, Meskipun Aku Ingat#

Bismillah
Ada yg lebih baik daripada ucapan “happy b’day or wish U all the best” atau mengucapkan SELAMAT HARI ULANG TAHUN atau agak “islami” dikit MET MILAD ??

Kita menganggap diantara bentuk kebaikan/perhatian yg kita ungkapkan kepada orang lain adalah memberinya ucapan selamat di hari ulang tahunnya. Sebagai seorang muslim sebaiknya kita tinggalkan, kebiasaan ini, karena mengucapkan “selamat ulang tahun (dan sejenisnya)” bukanlah tradisi islam.

Dan hari raya di dalam Islam hanyalah dua: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun selain keduanya dari berbagai perayaan apakah yang berhubungan dengan seseorang, sekelompok orang, atau satu kejadian, atau dengan makna apa saja, maka itu merupakan perayaan-perayaan yang baru dalam agama, Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :
Nabi shallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bisa bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka beliau bersabda : “Aku datang pada kalian dalam keadaan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)
Tidak boleh bagi Kaum Muslimin melakukannya, menyetujuinya, dan menampakkan kegembiraan dengannya, atau membantunya dengan sesuatu. Sebab hal tersebut termasuk ke dalam sikap melanggar batasan-batasan Allah, dan barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka sungguh dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, sebab menyerupai mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin menyerupai mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung. Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
” Barangsiapa yang menyerupai satu kaum,maka dia termasuk mereka ”
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)

Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik, yakni do’a. Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.

Namun, JANGANLAH kita mendoakan orang lain HANYA pada saat di hari ultahnya saja atau jangan kita mengkhususkan hari tersebut. Hendaknya kita mendoakan orang lain kapan saja.
Nah, kali ini akan saya coba angkat sebuah tuntunan agung dalam mendoakan orang lain.

Al-Imam Muslim rohimahulloh meletakkan beberapa hadits dalam kitab Shohih-nya, yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rohimahulloh :
“Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”
Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`rodhiyallohu ‘anha :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Alloh. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Alloh, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)
Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan : “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya.

Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh menjelaskan : “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Alloh, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”
=======================================
Subhanallah, demikianlah salah satu dari sekian banyak keindahan islam, keagungan sunnah. Ketika kita mendoakan orang lain TANPA SEPENGETAHUAN orang tersebut maka malaikat akan meng-amin-kan doa kita. Ditambah mendoakan kebaikan yang serupa pula untuk diri kita.

Ya Ayyuhal ikhwah
Telah berlalu beberapa “birthday reminder” kalian di facebook saya. Di suatu bulan muncul pula “birthday reminder” saya di facebook kalian atau kalian ingat ulang tahun anggota keluarga saya, seperti anak-anak saya. Namun kali ini indahnya persahabatan kita tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall saat ulang tahun akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu adalah siapa yang paling tulus mendoakan semoga Alloh memberi kita hati yang tulus dan ikhlas untuk berdoa.

Mungkin saya tidak selalu ada saat kalian bahagia. Dan saya pun sering tidak ada saat kalian berduka. Namun ketidakhadiran itu tidaklah berarti ketidakpedulian. Yakinlah kawan, insya Alloh, doa saya bersama kalian.

Kemudian,
Saya tidaklah sebaik ‘Umar ibn Khoththob, bahkan sangat jauh. Namun, saya harap bisa mempunyai kawan yang mewariskan keutamaan Uwais Al-Qorni. Ya, Uwais Al-Qorni, seorang yg tidak terkenal di dunia. Tetapi namanya, suaranya, doanya sangat dikenal oleh penduduk langit sana.

Ya Ayyuhal ikhwah,
Doakan saya. Semoga malaikat-Nya mendoakan kalian juga. Dan semoga Alloh ‘Azza wa Jalla, mengabulkan doa kita semua.

Kamis, 02 Mei 2013

7 kunci menuju ketenangan hati



‎7 Kunci menuju ketenangan hati. ↓

1. Jangan tergantung pada orang lain. Tergantunglah pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri.

2. Jangan berburuk sangka orang lain akan membicarakan / menghina kita.

3. Jangan selalu mengingat penyesalan di masa lalu.

4. Jangan menyimpan kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian.

5. Jangan membiasakan sikap terburu buru. Maka da
ri itu Manage lah waktu kita.

6. Jangan khawatir akan hari esok. Allah Ta’alla menjanjikan masa depan, dan harapan kita tidak akan pernah lenyap.
Cinta, hidup dan mati ada di tangan Allah Ta’alla.
Ia telah menuliskan takdir manusia jauh saat sebelum kita di lahirkan.
Ia tahu apa yg terbaik bagi kita, maka dari itu jangan pernah sesali apa yang terjadi meskipun terasa perih bagi kita.
Pada akhirnya setiap manusia akan di ciptakan untuk saling berpasang pasangan, maka dari itu jangan pernah kuatir akan cinta kita.

7. Ketuklah, Maka pintu akan terbuka.
Ingatlah pada-NYA, maka Ia akan mengingat kita.
Berdoalah, maka keluh kesah kita akan didengarkan.

Salam Itu Doa



SEBARKANLAH SALAM
Pembaca yang budiman, betapa banyaknya umat muslim yang berpaling dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kemudian menggantinya dengan kebiasaan orang-orang kafir. Lihatlah bagaimana kebiasaan mereka dalam berpakaian, berkata, tata cara makan, dan pola pikir yang sangat jauh dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun mirip kebiasaan orang-orang kafir.
Pembaca yang budiman, tidakkah kita pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongan kaum tersebut.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Maka kita semestinya bersemangat dalam melakukan kebaikan dan menghidupkan serta menyuburkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saudariku seakidah, menebar salam antar umat muslim adalah salah satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaknya setiap diri menumbuhkan kebiasaan yang mulia ini pada diri sendiri dan lingkungannya.
Dalam Shahih Muslim (54) disebutkan: Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.”
Di dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan diantara syarat masuk surga adalah keimanan kemudian menggantungkan keimanan dengan saling cinta-mencintai sesama muslim, dan itu semua tidak akan terwujud kecuali dengan salah satu caranya, yaitu menebarkan salam antara sesama muslim.
Definisi Salam
Ulama berbeda pendapat akan makna salam dalam kalimat ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu’. Berkata sebagian ulama bahwasanya salaam adalah salah satu nama dari nama-nama Allah sehingga kalimat ‘Assalaamu ‘alaik’ berarti Allah bersamamu atau dengan kata lain engkau dalam penjagaan Allah. Sebagian lagi berpendapat bahwa makna salam adalah keselamatan sehingga maknanya ‘Keselamatan selalu menyertaimu’. Yang benar, keduanya adalah benar sehingga maknanya semoga Allah bersamamu sehingga keselamatan selalu menyertaimu.
Wajibnya Menjawab Salam
Saudariku seiman, jika ada yang mengucapkan salam kepada kita sedang kita dalam kondisi sendiri, maka kita wajib menjawabnya karena menjawab salam dalam kondisi tersebut hukumnya adalah fardu ‘ain. Sedang jika salam diucapkan pada suatu rombongan atau kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah. Jika salah satu dari kelompok tersebut telah menjawab salam yang diucapkan kepada mereka, maka sudah cukup.
Sedang hukum memulai salam adalah sunnah (dianjurkan) namun untuk kelompok hukumnya sunnah kifayah, jika sudah ada yang mengucapkan maka sudah cukup.
Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan salam.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)
Adab Mengucapkan Salam
1. Mengucapkannya Dengan Sempurna
Pembaca, semoga Allah merahmatiku dan merahmati kalian semua, sangat dianjurkan bagi kita untuk mengucapkan salam dengan sempurna, yaitu dengan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.”
Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.” (Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 986, Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau meng-hasankannya).
2. Memulai Salam Terlebih Dahulu
Saudariku di jalan Allah, memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sangat dianjurkan. Hendaknya yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, yang lewat memberi salam kepada yang sedang duduk, dan yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, serta yang berkendaraan mengucapkan salam kepada yang berjalan. Hal tersebut sejalan dengan hadist dari Abu Hurairah. Pengucapan salam yang berkendaraan kepada yang berjalan adalah sebagai bentuk syukur dan salah satu keutamaannya adalah agar menghilangkan kesombongan.
Dalam hadits tersebut, bukan berarti bahwa apabila orang-orang yang diutamakan untuk memulai salam tidak melakukannya, kemudian gugurlah ucapan salam atas orang yang lebih kecil, atau yang tidak berkendaraan, dan semisalnya. Akan tetapi Islam tetap menganjurkan kaum muslimin mengucapkan salam kepada yang lainnya walaupun orang yang lebih dewasa kepada yang lebih muda atau pejalan kaki kepada orang yang berkendaraan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)
Salah satu upaya menyebarkan salam diantar kaum muslimin adalah mengucapkan salam kepada setiap muslim, walaupun kita tidak mengenalnya.
Hal ini didasari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash radiallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhori: 2636, Muslim: 39)
3. Mengulangi Salam Tatkala Berjumpa Lagi Walaupun Berselang Sesaat
Bagi seseorang yang telah mengucapkan salam kepada saudaranya, kemudian berpisah, lalu bertemu lagi walaupun perpisahan itu hanya sesaat, maka dianjurkan mengulang salamnya. Bahkan seandainya terpisah oleh suatu pohon lalu berjumpa lagi, maka dianjurkan mengucapkan salam, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).” (HR. Abu Dawud: 4200, dishohihkan oleh Al-Albani dalam Misykat al-Mashobih: 4650, dan lihat Silsilah Shohihah: 186)
4. Tidak Mengganggu Orang yang Tidur Dengan Salamnya
Dari Miqdad bin Aswad radiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Kami mengangkat jatah minuman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena beliau belum datang), kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam datang di malam hari, maka beliau mengucapkan salam dengan ucapan yang tidak sampai mengganggu/ membangunkan orang tidur dan dapat didengar orang yang tidak tidur, kemudian beliau masuk masjid dan sholat lalu datang (kepada kami) lalu beliau minum (minuman kami).” (HR. Timidzi: 2719 dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam Adab Az-Zifaf hal. 167-196 cet. terbaru)
5. Tidak Memulai Ucapan Salam Kepada Orang Yahudi dan Nasrani
Dari Ali bin Abi Thalib radiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani, dan bila kalian bertemu mereka pada suatu jalan maka desaklah mereka ke sisi jalan yang sempit.”
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mulia dan unggul dari yang lainnya. Jika mereka mengucapkan salam kepada kita, maka balaslah salamnya dengan ucapan ‘Wa ‘alaikum’.
6. Berusaha Membalas Salam Dengan yang Lebih Baik atau Semisalnya
Maksudnya, tidak layak kita membalas salam orang lain dengan salam yang lebih sedikit. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:
“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)
Kebiasaan Para Sahabat Berjabat Tangan
Adalah kebiasaan para sahabat jika mereka berjumpa maka saling berjabat tangan antar satu dengan yang lain. Maka apabila kita bertemu dengan seorang teman, cukupkanlah dengan berjabat tangan disertai dengan ucapan salam (Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh) tanpa berpelukan kecuali ketika menyambut kedatangannya dari bepergian, karena memeluknya pada saat tersebut sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, ia berkata:
“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saling berjumpa, maka mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan.” (HR. At-Tabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 97 dan Imam Al-Haitsami berkata dalam kitab Majma’uz Zawaa’id VIII/ 36, “Para perawinya adalah para perawi tsiqah.”)
Saudariku muslimah, yang berusaha meniti jalan kebenaran, hendaklah adab-adab di atas kita jaga. Kita berusaha untuk menanamkannya pada diri kita, memupuknya, memeliharanya serta mengajak orang lain kepadanya. Semoga Allah, Dzat yang membalas kebaikan sebesar dzarrah dengan kebaikan dan membalas keburukan sebesar dzarrah dengan keburukan memberikan kita keistiqamahan untuk senantiasa berjalan di atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa Allahu A’lam.
Maraji:
1.    Terjemah: Adab Harian Muslim Teladan. ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani. Pustaka Ibnu Katsir. Cetakan pertama. 2005.
2.    Majalah Al-Furqon Tahun 6 Edisi 7. Shofar 1428 H.
3.    Catatan Kajian ‘Kitabul Jami’ min Taudhiihul Ahkam min Buluughul Maraam’.
Artikel
http://www.muslimah.or.id

cerita motivasi

motivasi memang yang menjadi berhasil tidak nya seseorang dalam mencapai sesuatu yang di inginkan

Sabtu, 01 September 2012

UKMI UPS TEGAL


SANG PERANTAU DARI NEGERI CILACAP

FIRST,,,  saya mengenal Organisasi UKMI ketika membaca selebaran informasi pamphlet yang berisikan mengenai perekrutan menjadi anggota organisasi UKMI….,,,
Tadinya cih,, Cuma iseng2 aja ikut UKMI yang ngadain acaranya ke Bumijawa,,, yaa untuk mengisi waktu liburan yang kosong ja, n buat jalan2 ke tempat-tempat Kota Tegal yang belum saya tahu (maklum,,enyonge woong cilacapz he..he..he..he). selain kontribusi yang murah, saya juga bisa merefresh diri n bisa mengenal teman-teman yang baru.,,
Mulai saat itulah (training di BJ),, saya merasa nyaman, n sangat tertarik lagi untuk mngikuti kegiatan-kegiatan yg ada di UKMI, mulai dari mentoring, kumpul2 bareng di masjid or di basecamp..
Di UKMI lah, saya menemukan teman yang bisa dikatakan teman sejati,,, teman yang belum pernah saya temukan sebelumnya, yaitu teman yang tidak henti-hentinya mengingatkan saya dalam hal kebaikan, baik itu dalam hal ibadah, maupun kuliah, teman yang selalu memotivasi saya untuk lebih baik,,, adapun mereka itu yaitu ……….mw tau….?  Mau tauuu……..? okehhh,,,
Ada akh faqih, akh falak, akh oki, akh suji, akh falah, akh sigit, akh hasan dan ikhwan2 yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.,,,,
Setelah lama saya mengenal mereka semua,, novi bareng, sholat bareng, makan bareng, tidur bareng,, pokoknya serba bareng deh,,, akhirnya saya pun untuk tinggal di Bascame ukmi dengan mereka semua, karena rumah saya jauh, n ya ALHAMDULILLAH dapet kosan gratis hehehehe…,
Jujur dari dalam hati nurani saya,,, semenjak saya mengikuti Organisasi ukmi, saya menemukan pegangan hidup, masa depan akan kemana, ibadah kepada ALLOH semakin kuat, membuat saya semangat dalam menjalani hidup,, pokoknya UKMI mengubah diri saya menjadi lebih baik.
Oyaaa,,,, ada julukan yang unik looh dari temen2 UKMI ke Q LOOOHHH,, apa wessss…
“SI BONTOT (anake biyunge ramane)”,, ya gk tau kenapa mereka menyebut dengan sebutan itu,, ya karena mungkin saya berkumpulnya dengan para senior2 pengurus UKMI, sedangkan saya yang paling muda, jadi disebutnya si bontot,,  dan saya juga sering menyebutkan kata2 ramane biyunge kerpriwe lah mbook,,, jaaannnnn,,,, aneeehh buangeett,,
Ya tidak pa lah…,Sebutan itu malah membuat saya merasa terhibur,, karena dengan sebutan seperti itu, saya sudah dianggap menjadi keluarga di UKMI,,,
        Pada intinya,,  UKMI membuat kebaikan bagi saya, belajar dan terus belajar untuk menjadi lebih baik karena ALLOH SWT..,,

terimakasih ya ALLOH,, KAU telah menunjukkan jalan lurusmu,, dan  yang terbaik untuk hambamu ini,,,

Enyong beruntung melu UKMI,, pokoke UKMI berjasa buangeet nggo enyong,,, ya mbook.. UKMI is The BEST…!!!

Salam Sang Perantau dari CILACAP….!!!!!!!!
ALLOHU AKBAR…..

“ …….ini ceritaku,,, mana ceritamu……”


                                                                     By : “Si Bontot”
                                                                (anake ramane biyunge)


Sponsors