Pages

Rabu, 15 Mei 2013

Laporan Observasi Manajemen Sekolah SMA Pancasakti Tegal







LAPORAN OBSERVASI MANAJEMEN SEKOLAH
SMA PANCASAKTI KOTA TEGAL
(Sekolah Laboratorium Pendidikan Universitas Pancasakti )

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“MANAJEMEN PENDIDIKAN”
Dosen Pengampu : Dr. Dino Rozano
Disusun oleh Semester/Kelas : 4C


                          1. Solihin                                     1111500147
                                 2. Ananto Dwi Lazuardi           1111500005
                                
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Jl. Halmahera KM. 1 Kota Tegal – Telp/Fax (0283) 351082
2013
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penyusun dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat & hidayahNYA sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Observasi di SMA PANCASAKTI Kota Tegal. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Dino Rozano yang masih memberikan kepercayaan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas observasi ini dan tidak lupa kami ucapkan kepada Kepala sekolah SMA PANCASAKTI Kota Tegal yang telah memberikan izinnya dalam melaksanakan observasi dan seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
Namun demikian, penyusun telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga laporan ini dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penyusun dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan laporan ini.
Akhirnya penyusun berharap semoga Laporan Observasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.


                                                                                    Tegal,     Mei 2013


Penyusun



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .............................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...............................................................................................
B. Rumusan Masalah..........................................................................................
C. Tujuan............................................................................................................
BAB II GAMBARAN UMUM SMA PANCASAKTI
A. Profil Sekolah................................................................................................
B. Visi & Misi Sekolah.......................................................................................
BAB III PEMBAHASAN
A. Keadaan Sekolah...........................................................................................
B. Manajemen Kurikulum...................................................................................
C .Manajemen Peserta Didik..............................................................................
D. Manajemen Personalia................................................................................... ......
E. Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan...............................................
F. Manajemen Ketatalaksanaan.........................................................................
G. Manajemen Pembiayaan................................................................................ ......
H. Manajemen Pengorganisasian Sekolah..........................................................
I. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat.....................................
J. Manajemen Bimbingan dan Konseling........................................................... ......
K. Manajemen Mutu/Kualitas (ISO)..................................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam dunia pendidikan tentunya tidak luput dari beberapa factor yang menentukan keberhasilan pendidikan pada suatu sekolah. Oleh karena itu demi terwujudnya visi dan misi pendidikan di suatu sekolah, kami mencoba melakukan observasi di SMA PANCASAKTI (Sekolah Laboratorium Pendidikan Universitas Pancasakti) Kota Tegal untuk mengetahui perkembangan psikologi belajar anak disekolah ini.
B.   Perumusan Masalah
Dalam observasi ini, penyusun memaparkan beberapa pokok permasalahan  antara  lain:
1.      Bagaimana Keadaan Sekolah
2.      Bagaimana Manajemen Kurikulum
3.      Bagaimana Manajemen Peserta Didik
4.      Bagaimana Manajemen Personalia
5.      Bagaimana Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan
6.      Bagaimana Manajemen Ketatalaksanaan
7.      Bagaimana Manajemen Pembiayaan
8.      Bagaimana Manajemen Pengorganisasian Sekolah
9.      Bagaimana Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
10.  Bagaimana Manajemen Bimbingan dan Konseling
11.  Bagaimana Manajemen Mutu/Kualitas (ISO)


C.    Tujuan
1.      Melengkapi tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan
2.      Dapat mengetahui Keadaan Sekolah
3.      Mengetahui kurikulum yang ada di dalam sekolah SMA Pancasakti
4.      Mengetahui kualitas sekolah SMA Pancasakti




BAB II
GAMBARAN UMUM SMA PANCASAKTI

A.    Profil Sekolah
SMA PANCASAKTI Kota Tegal beralamatkan di jalan Jln Halmahera Km1, kecamatan Tegal Timur Kota Tegal dekat dengan Pantai Alam Indah Tegal (PAI), provinsi Jawa Tengah. Jumlah seluruh siswa SMA PANCASAKTI Kota Tegal adalah 71 siswa yang terbagi menjadi kelas X sebanyak 21 siswa, kelas IX sebanyak 28 siswa, kelas XII sebayak 22 siswa. Progam jurusan disekolah ini yaitu IPA dan IPS, tetapi seluruh peserta didik tidak mengambil jurusan IPA melainkan memilih jurusan IPS
Di sekolah ini, terdapat beberapa ruang yaitu:
1.      Ruang Kepala Sekolah
2.      Ruang Perpustakaan
3.      Ruang Mushola
4.      Ruang serbaguna
5.      Toilet
6.      Ruang Kantin
7.      Ruang guru
8.      Ruang TU
9.      Ruang Lab Komputer
10.  Ruang laboratorium IPA ada
11.  dan ada 7 kelas untuk belajar mengajar.






B.     Visi & Misi Sekolah
1.      Visi sekolah
“Cerdas berbudi pekerti luhur yang dilandasi iman dan taqwa ”
2.      Misi Sekolah
“Meningkatkan pengetahuan keterampilan Mendisiplinkan keimanan dan ketaqwaan dengan bijak untuk menghadapi tantangan hidup di era globalisasi”


BAB III
PEMBAHASAN

A.       Manajemen Kurikulum           
Kurikulum yang digunakan oleh SMA PANCASAKTI yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan) sesuai dengan peraturan pemerintah. Karena berdasar kurikulum KTSP maka kurikulum yang berlaku adalah kurikulum SMA PANCASAKTI. Secara umum pelaksanaan kurikulum ini hampir sama dengan sekolah-sekolah yang lain, hanya saja ada beberapa jam pelajaran yang diisi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah. Seperti muatan lokal provinsi yang berupa pelajaran bahasa Jawa, muatan lokal sekolah berupa pendidikan teknik elektro untuk kelas X dan XI dan Tata Boga untuk kelas XII. Selain itu, sekolah juga mengambil kebijakan untuk menambah jam pelajaran seperti IPA, matematika, Bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
Kurikulum yang diterapkan diharapkan dapat memberikan output yang bagus, sehingga lulusan dari SMA PANCASAKTI  memiliki keterampilan, kompetensi,  berbudi luhur, dan berbudaya. Hal ini ditunjang oleh kegiatan ekstrakurikuler dan Intrakurikuler yang berjalan beriringan untuk menciptakan lulusan yang berkualitas. Sekolah ini tidak lagi menggunakan GBPB (garis besar progam pengajaran) dalam kurikulum KTSP melainkan memakai SKKD.
Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA PANCASAKTI ada delapan, yang terdiri dari ektrakurikuler  wajib dan pilihan yaitu :
a.        Ekstakurikuler wajib. 
Yang termasuk ekstrakurikuler wajib adalah Pramuka diwajibkan untuk kelas X.


b.      Ekstrakurikuler pilihan
Yang termasuk ekstrakurikuler pilihan adalah Karate, Volly ball, tenis meja dsb Ektrakurikuler pilihan ini diperuntukkan bagi kelas XI dan XII. penggunaan kata “dan atau” disini karena sebenarnya sudah tidak ada lagi keharusan bagi kelas IX untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, namun mereka yang mengikuti kegiatan tetap mendapatkan apresiasi berupa nilai pada buku rapot.
Kegiatan ekstrakurikuler di SMA PANCASAKTI dilaksanakan tiap hari Sabtu untuk semua jenis ektrakurikuler. Pertimbangan ini diambil karena pihak sekolah berupaya untuk menertibkan siswanya agar mengikuti kegiatan ekatrakurikuler. Pihak sekolah tidak mau kecolongan terhadap alasan siswa yang mengaku bahwa jadwal ekstrakurikulernya bukan hari itu. Berbeda jika hari ekstrakurikuler dilaksanakan pada satu hari saja. Jadi akan ketahuan bila siswa ada yang bolos kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan hari Sabtu didasarkan pula dengan jumlah jam yang ada pada hari Sabtu, berakhir pada sekitar pukul 12.00. Jadi masih ada waktu untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.
Adapun struktur Program Kurikulum yaitu :
1.      Program Pendidikan Umum
Adapun Mata Pelajaran yang ada di SMA PANCASAKTI ada 15 yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa jepang, TIK Bahasa jawa, Ekonomi, akuntansi, sejarah, sosiologi,geografi, penjaskes, seni budaya.
2.      Program Akademis
Progam Akademis di SMA Pancasakti tegal yaitu Keterampilan Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, Komputer.
3.      Program Ketrampilan
Adapun Program keterampilan seperti yang telah disebutkan diatas kegiatan ekstrakurikuler seperti Tata Boga, Penjaskes.
4.      Program Psikologis
Adapun Program Psikologis yaitu pelayanan Bimbingan Konseling selama 24 jam untuk berkonsultasi

B.        Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Manajemen peserta didik menunjuk pada kegiatan-kegiatan di luar kelas dan dalam kelas. Kegiatan-kegiatan di luar kelas, antaralain:
1.      Manajemen peserta didik di sekolah dimulai sejak penerimaan siswa baru di setiap tahun ajaran baru.
Prosedur penerimaan siswa baru  di SMA PANCASAKTI: Pendaftaran calon siswa baru melalui nilai asli dan ada bonus prestasi, setelah itu kemudian di rangking.
2.      Pencatatan peserta didik baru dalam buku induk sekolah
Mendata hal-hal yang ada hubungannya dengan siswa, seperti identitas, orang tua perserta didik, alamat dan sebagainya. Selain untuk menunjang kelengkapan data siswa baru wajibkan untuk memberikan fotokopi surat atau surat akta kelahiran, surat keterangan kesehatan dan sebagainya.
3.      Pembagian seragam beserta kelengkapannya
Meskipun di SMA PANCASAKTI terdapat dua kelas yang berbeda, akan tetapi seragam yang digunakan setiap hari-harinya sama, yang terdiri dari seragam osis, yang dipakai setiap hari Senin dan Selasa, seragam identitas yang dipakai setiap hari Rabu dan Kamis, dan seragam pramuka yang digunakan setiap hari Jumat. Sekolah member kebebasan berpakaian, dengan syarat rapih dan sopan untuk hari sabtu. 
4.      Pembagian Kartu Anggota OSIS beserta tatatertib sekolah yang harus dipatuhi
Bagi siswa-siswi baru yang sudah diterima di SMA PANCASAKTI maka sekolah akan memeberikan kartu anggota OSIS atau yang sering disebut dengan kartu pelajar. Selain itu juga ada kartu anggota perpustakaan sekolah yang digunakan untuk peminjaman buku perpustakaan sekolah.
5.      Pembinaan pesert didik dan pembinaan kesejahteraan peserta didik
a.       Kesejahteraan mental/spiritual
Di SMA PANCASAKTI terdapat tenaga bimbingan dan konseling yang tugasnya membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa, mengembangkan dan memberikan arahan kepada siswa mengenai bakat minat yang dimiliki, melatih mental siswa-siswi agar menjadi pribadi yang baik. selain itu di SMA PANCASAKTI terdapat sebuah musola yang digunakan untuk beribadah dan kegiatan keagamaan, sebagai sarana untuk menyejahterakan spiritual siswa-siswinya.
b.      Kegiatan Ekstra kurikuler
Kegiatan ekstra kurikuler di SMA PANCASAKTI antara lain bidang keolahragaan, antaralain: voli, Tenis meja, senam karate. Bidang bahasa; Bahasa Inggris, dan bahasa Jawa,bahasa jepang bidang ketrampilan: tata boga bidang IPA yaitu ekstra kurikuler yang tujuannya untuk mempersiapkan siswa-siswi untuk mengikuti kejuaraan seperti OSN.
c.       Masa Orientasi Siswa
Masa orientasi siswa tujuannya yaitu untuk memperkenalkan komponen-komponen yang ada di sekolah dan semua hal yang perlu diketahui oleh siswa-siwi. Kegiatan ini melibatkan guru-guru, karyawan dan sebagian siswa-siswi senior.
d.      Rekreasi dan study tour
Kegiatan Rekreasi dan study tour dilaksanakan oleh siswa-siswi yang duduk di kelas XII, tempat yang dikunjungi adalah tempat-tempat yang berhubungan dengan pelajaran dan pendidikan seperti museum, tempat-tempat bersejarah, dan tempat-tempat lain yang bisa memberikan ilmu dan manfaat bagi siswa-siswinya.
Mengenai jumlah peserta didik SMA PANCASAKTIa dapat dilihat dalam tabel dibawah ini 2012/2013

No
Kelas
Jumalah ruang
Jumlah siswa tiap ruang
Jumlah siswa
1.            
X
1 ruang
21 siswa  

2.
XI
1 ruang
22 siswa

3.
XII
1 ruang
22 siswa

Jumlah
71 siswa


C.       Manajemen Personalia/Tenaga Kependidikan
Managemen personel di SMA Lab Pancasakti yang meliputi data tenaga pengajar, staff Tata Usaha, keamanan, dan pesuruh serta kriteria untuk menjadi tenaga kerja di sekolah ini akan dijelaskan sebagai berikut:



Jumlah Tenaga Kerja di SMA Lab Pancasakti
No
Jabatan
Jumlah
Keterangan
1.
Guru
14 orang
S1 : 10 Orang (1 guru sedang menempuh S2)
D3 : 3 orang (sedang menempuh S1)
D2 : 1 orang(sedang menempuh S1)

2.
Staff Tata Usaha
3
Bendahara dan Sekretaris
3.
Satpam
1 orang
4.
Pesuruh
2 orang
Jumlah
61 orang

D.       Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan
Mengenai managemen sarana prasarana di di SMA Lab Pancasakti dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

No
Sarana
Jumlah
Keadaan
Keterangan
1.
Parkir kendaraan
2 buah
Baik
Parkir Peserta didik dan Guru/tamu undangan
2.
Mushola/tempat ibadah
1 buah
Baik
Cukup sempit
3.
Lab komputer
1 buah
baik
Memuaskan
6.
Lab IPA
1 buah
baik
Cukup baik
7.
Kantin
1 buah
baik
Cukup baik
8
Ruang kelas
7 ruang
baik
Memuaskan
9
Toilet
4 buah
baik
Memuaskan
10
Lapangan
-
-
Lapangan kondisional bisa di PAI, halaman sekolah/ke lapangan Universitas Pancasakti
11
Pos jaga
1 buah
baik
Memuaskan
12
Ruang guru
2 buah
baik
Terdiri dari ruang TU, kepala sekolah(beserta ruang tamu),
13
Ruang kegiatan siswa
1 buah
Cukup baik
Ruang serbaguna
    
Disekolah ini, terdapat juga mobil khusus untuk menjemput dan mengantarkan peserta didik berangkat dan pulang sekolah.

E.        Manajemen Ketatalaksanaan/Surat Menyurat         
Kegiatan surat-menyurat dikerjakan oleh sekretaris/Tata usaha sekolah baik itu surat masuk, surat keluar, surat cuti, surat pemberitahuan, surat izin dan lain-lain tersusun dengan berdasarkan jenis surat tersebut.

F.        Manajemen Pembiayaan         
Adapun pembiayaan di sekolah ini yaitu :
·         Bagi kelas 1 tidak ada uang gedung, gratis hanya membayar pembayaran UTS dan UAS
·         Pembayaran UAS/UTS hanya 60.000/40.000
·         Iuran Wajib Sekolah (disebut juga SPP)kelas 2 dan 3 sebesar 125.000
    
G.       Manajemen Pengorganisasian Sekolah
      Struktur Organisasi SMA PANCASAKTI Tegal
 Kepala Sekolah
:  Rela Amalia, S.Pd
Wakil Kepala Sekolah
:
1. Bidang Kurikulum
:  Widyatmaka, B.Sc
2. Bidang Sarana Prasarana
:  Titik Hermia, S.Pd
3. Bidang Hubungan Masyarakat
:  Dra. Budi Sulistyowati
4. Bidang Kesiswaan
:  Sumaryo, S.Si
5. Bendahara Sekolah
:  Warsimah, S.Ag
6. Pembina Osis
:  Huda Silfianto

H.       Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar sangat baik,khususnya dengan wali murid sekolah juga masih menyambung tali silaturrahmi yang erat dengan alumni-alumni peserta didik SMA Lab Pancasakti
Dalam interaksinya SMA Pancasakti menjalin hubungan baik dengan warga sekitar. Hal ini terbukti dengan ikut berpartisipasinya warga ketika sekolah mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat selain itu, warga juga turut aktif dalam menjaga keamanan sekolah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hubungan sekolah dengan masyarakat termasuk baik tanpa kendala yang berarti.

I.          Manajemen Bimbingan dan Konseling
Di dalam KTSP SMA PANCASAKTI Tegal Bimbingan dan Konseling tidak masuk kelas/jam pelajaran. Tetapi tergantung situasi dan kondisi, ketika ada guru mapel yang tidak berangkat, bisa digantikan oleh guru BK/Konselor. Konselor juga memberikan pelayanan konsultasi selama 24 jam kepada para peserta didiknya guna membantu permasalahan yang dihadapi peserta didik dan dalam rangka pengembangan diri peserta didik. Konselor dalam praktiknya juga menggunakan silabi yaitu Satuan Layanan (Satlan).  
    
J.         Manajemen Mutu/Kualitas (ISO) Internasional Standar Organisasi          
Di sekolah SMA PANCASAKTI Tegal belum mempunyai ISO, karena kualitas sekolah yang masih minim sarana prasaranya, dan kualitas sekolah yang masih dikatakan cukup.
BAB IV
PENUTUP

A.                Kesimpulan
      SMA Pancasakti merupakan salah satu sekolah yang terletak di Kecamatan Tegal Timur, tepatnya di jalan Halmahera KM 1 Kota Tegal dekat dengan PAI,  merupakan salah satu  sekolah yang menerapakan berbagai manajemen sekolahnya seperti :
1.      Manajemen Kurikulum
2.      Manajemen Peserta Didik
3.      Manajemen Personalia
4.      Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan
5.      Manajemen Ketatalaksanaan
6.      Manajemen Pembiayaan
7.      Manajemen Pengorganisasian Sekolah
8.      Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
9.      Manajemen Bimbingan dan Konseling
10.  Manajemen Mutu/Kualitas (ISO)
yang sudah cukup baik, meskipun terletak di daerah pesisir namun mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain.
            Berbagai upaya dan strategi yang dilakukan sekolah tersebut agar menjadi sekolah yang lebih maju baik dari segi akademik maupun keterampilan peserta didik untuk mencetak lulusan yang berkualitas dan akademiknya kini pun sudah mulai terlihat perkembangannya.
            

Dimulai dari tenaga pengajar yang disiplin dan profesional, menejemen yang baik dan juga mulai dibangunya sarana dan prasarana serta kurikulum kurikuler, dan ekstrakurikuler yang mampu menunjang kegiatan belajar dan mengajar diharapkan mampu menambah dan meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah tersebut.






LAMPIRAN-LAMPIRAN






SATUAN KEGIATAN
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A.    Topik Permasalahan                                  : Pilihan Jurusan bergengsi
B.     Bidang Bimbingan                                    : Bimbingan Sosial
C.     Jenis Layanan                                           : Bimbingan Kelompok
D.    Fungsi Layanan                                        : Pemahaman dan Pengembangan
E.     Tujuan layanan                                          :
1.      Siswa dapat lebih memahami tujuan pemilihan jurusan IPA atau IPS
2.      Siswa mampu menentukan pilihan jurusan sesuai dengan kemampuannya
F.     Sasaran Layanan                                       : Siswa Kelas X          
G.    Uraian Kegiatan   
            Konselor
Siswa
1.      Mengadakan rapport
2.      Menjelaskan tujuan penjurusan
3.      Menjelaskan perbedaan IPA dan IPS
4.      Tanya jawab dengan siswa sebagai follow up untuk mengetahui pemahaman siswa
5.      Bersama dengan siswa menyimpulkan materi layanan
1.      Menyimak materi yang disampaikan GP
2.      Mengajukan pertanyaan terhadap materi yang telah disampaikan GP
3.      Menyimpulkan materi layanan
H.    Materi layanan                              : -
I.       Penyelenggara Layanan                : Rela Amalia
J.       Tempat Penyelenggaraan              : Ruang Bimbingan Kelompok
K.    Waktu/Hari/Tanggal                     :
L.     Metode                                         : Ceramah dan tanya jawab
M.   Rencana Penilaian
1.      Penilaian Proses
Penilaian dilakukan pada waktu pemberian materi layanan dengan melihat respon dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan.
2.   Penilaian hasil
Penilaian hasil dilakukan dengan cara meminta siswa untuk menuliskan kesan, kritik, serta pemahaman baru yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan.
N.    Keterkaitan layanan dengan kegiatan pendukung: Tampilan Kepustakaan
O.    Catatan khusus     : -

Tegal,  Mei 2013
Mengetahui


Rela Amalia, S.Pd
NIPY.116320121968
Guru Pembimbing/konselor


Rela Amalia, S.Pd
NIPY.116320121968

      

           
                                                                                    



Selasa, 14 Mei 2013

kisah inspiratif dan motivasi bangkit


Bismillah....
Sebuah kisah, mungkin menginspirasi dan memotivasi.. agar kita bisa lebih memaknai syukur dan sabar menjadi sebuah keniscayaan yang mampu mengantarkan pada indahnya cinta dari Sang Pemilik kehidupan. Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.. dibalik penderitaan pasti akan ada kebahagiaan ketika kita mampu bersikap atas kehendak dan perintahNya...

Bukan dengan mengeluh..
bukan dengan bersedih setiap saat..
bukan dengan mengobral cerita duka hati agar mendapatkan simpati...
Tapi bersandar kepadaNya.. berharap kepadaNya.. dan "bershahabat" denganNya..
Karena tiada tempat mengadu terbaik selainNya..
tiada tempat berharap seindah kepadaNya.. tiada "shahabat" terbaik selain Dia....


"Sesungguhnya Allah tidak akan memandang pada rupa-rupamu, bentuk tubuhmu, dan harta bendamu, tetapi Allah akan memandang kepada hati dan kelakuanmu.”
(HR. Thabrani)

Furqon, sebut saja demikian. Sosok pemuda luar biasa yang mungkin sempurna merasakan indahnya cinta dariNya. Walau berupa ujian derita dan kesulitan hidup.. yang mungkin tidak semua orang bisa menghadapinya dengan begitu ikhlas dan sabar...

Terlahir dengan fisik yang kurang sempurna, tinggi badan yang tak lebih dari 100 cm, dan 2 pasang kaki yang tidak sama panjang.. tapi Furqon melalui hari-harinya dengan keikhlasan dan ketsiqahan tinggi terhadap taqdir Allah untuknya. Tidak pernah mengeluh, atau putus asa.Tak ada rasa rendah diri, tapi tetap tawadhu dan begitu santun dalam pergaulannya. Sangat menjaga dirinya terhadap lawan jenis.

Furqon terlahir tanpa tahu siapa orangtuanya. Tinggal di sebuah panti asuhan, hingga usia SMP. dia mengikhlaskan dirinya keluar, disaat seharusnya ia menikmati bangku SMA, ia memberikan tempatnya untuk adik-adik yang datang ke panti asuhan dengan nasib serupa.

Melakoni hidup dengan perjuangan namun tetap memilih pekerjaan apapun yang halal. Dari seorang tukang sampah, penjual koran, penjual minuman di pinggir jalan, hingga akhirnya ia mengabdikan dirinya di sebuah masjid. Allah pun membawanya menjadi seorang aktivis da'wah, yang tak pernah absen menunaikan amanah, dan selalu menjaga komitmennya nyaris sempurna. Sering ia yang menjadi motivasi para ikhwan ketika mereka stagnan dalam kefuturan dan merasa lelah melewati setiap episode perjuangan da'wah.

Ketika satu persatu para ikhwan menjalankan amanah, menggenapkan setengah dien.. Furqon tidak pernah memaparkan kegundahannya. Walaupun semua tahu, Furqon juga hanyalah manusia biasa, laki-laki biasa.. yang Allah karuniakan keinginan untuk bisa membentuk mahligai rumah tangga bersama wanita shalihah. Namun, sepertinya Furqon mencoba untuk "tahu diri" dengan keadaan dirinya. Maka dia pun tidak pernah menguataran keinginannya, bahkan walau hanya dengan kata-kata " kiasan".

Suatu ketika, pernah ia ditanya. Adakah kriteria akhwat yang dia kehendaki sebagai istri? Furqon hanya tersenyum malu. Jawabannya saat itu , "Allah lebih tahu yang terbaik untuk saya, menikah atau tidak.. Rasanya tidak berhak saya meminta atau menentukan.. karena sudah terlalu banyak nikmat Allah untuk saya..."

Subhanallah...
Semua tetap berusaha , berikhtiar menemukan taqdir siapa pendampingnya. Walau berkali-kali pula terpaksa harus menahan rasa. Memang tidak bisa memaksa para akhwat yang belum siap menerima kondisinya. Karena, bagaimanapun juga.. pernikahan pada akhirnya harus terangkum kecenderungan antara 2 pihak yang akan melakukannya.

Tapi janji dan Cinta Allah memang tak bisa menjauh dari hamba-hambaNya yang ikhlas dan selalu bersyukur atas semua taqdir yang ditetapkan padanya. Seorang akhwat shalihah, dengan fisik sempurna, nyaris tanpa cela.. yang bisa saja memilih seorang ikhwan yang sekufu dengannya.. atau lebih dari itu, namun, pada akhirnya mengazzamkan diri, mengikhlaskan diri untuk menetapi taqdir, menjadi bidad
ari untuk seorang akh Furqon.

Melewati proses meyakinkan diri.. berkali-kali dicoba untuk berfikir ulang memastikan keputusannya. Dengan menjelaskan detail bagaimana dan seperti apa Furqon sebenarnya.. juga kepada keluarganya. Dan kehendak Allah memang tidak pernah kita bisa menduganya. Aisyah, sebut saja demikian, menjawab dengan mantap, "INSYA ALLAH... DIA YANG TERBAIK". "Saya tidak melihat dari fisiknya.Tapi saya melihat ada mutiara indah dari Allah yang akan bersinar bersama saya di dunia dan akan mengantarkan saya bersamanya ke surga, InsyaAllah..."

Sekali lagi.. rekan-rekannya hanya mampu bertasbih, bertakbir dan bertahmid. Pun dengan Furqon setelah diberitahukan tentang hasilnya. Seketika airmatanya mengalir deras.Terangkai dengan sujud syukur yang begitu lama...

Indahnya karunia kesabaran dan keikhlasan seorang hamba...
Aisyah, mungkin mutiara yang memang diperuntukkan untuk seorang "mutiara" Furqon. Ia menjadi sosok akhwat yang begitu luar biasa.. bukan hanya mengkondisikan dirinya.. tapi mampu mengkondisikan keluarganya.. walau harus dengan perjuangan yang berat untuk bisa meyakinkan mereka bisa menerima Furqon.

Selanjutnya.. semua proses itu berlangsung dengan indah.. Dan semua yang mengetahuinya pun tak lepas terus melafadzkan tasbih dan syukur..

Betapa Allah tak pernah melalaikan hamba-hambaNya yang ikhlas ..
tak mudah mengeluh dan memiliki keyakinan utuh kepada Nya..
MenjadikanNya satu-satunya tempat mengadu..
tempat bersandar dan tempat memasrahkan asa dan keyakinan...
Furqon dan Aisyah menjadi mutiara-mutiara indah yang mungkin keelokannya tak semua bisa melihat dengan jelas..
Tapi Allah, tak pernah salah memilih makhluknya menjadi mutiara-mutiara penuh cahaya..walau ia berkubang dalam lumpur "kekurangan"...

Mereka tetaplah mutiara.. Hingga detik ini, sekian tahun Allah mengumpulkan mereka dalam mahligai pernikahan.. Mereka tak pernah berubah... Semakin kokoh dalam biduk rumah tangga.. semakin kuat saling mendukung.. tak surut dalam setiap perjalanan da'wah.. dan telah terlahir mutiara-mutiara indah dari mereka .. yang begitu santun, tawadhu, cerdas dan Insya Allah, mereka azzam-kan menjadikan mutiara-mutiara itu bagian dari pengusung da'wah , dai-daiyah yang menjaga Al Qur'an dengan hafalannya...

Subhanallah...
Mereka bisa.. Maka kita yang diberi kelebihan , sudah seharusnya juga bisa.. InsyaAllah.. Biidznillah..
Semoa Allah memberkahi mereka... Dan semoga kita pun bisa menjadi mutiara seperti mereka...
Aamiin...

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan
keluar (dari urusannya), dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya".
[QS. At Thalaq: 2 - 3]

Wallahu Ta'ala A'lam Bishowab

uca[an selamat ulang tahun



#Maaf, Aku Tak Kan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun, Meskipun Aku Ingat#

Bismillah
Ada yg lebih baik daripada ucapan “happy b’day or wish U all the best” atau mengucapkan SELAMAT HARI ULANG TAHUN atau agak “islami” dikit MET MILAD ??

Kita menganggap diantara bentuk kebaikan/perhatian yg kita ungkapkan kepada orang lain adalah memberinya ucapan selamat di hari ulang tahunnya. Sebagai seorang muslim sebaiknya kita tinggalkan, kebiasaan ini, karena mengucapkan “selamat ulang tahun (dan sejenisnya)” bukanlah tradisi islam.

Dan hari raya di dalam Islam hanyalah dua: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun selain keduanya dari berbagai perayaan apakah yang berhubungan dengan seseorang, sekelompok orang, atau satu kejadian, atau dengan makna apa saja, maka itu merupakan perayaan-perayaan yang baru dalam agama, Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :
Nabi shallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bisa bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka beliau bersabda : “Aku datang pada kalian dalam keadaan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)
Tidak boleh bagi Kaum Muslimin melakukannya, menyetujuinya, dan menampakkan kegembiraan dengannya, atau membantunya dengan sesuatu. Sebab hal tersebut termasuk ke dalam sikap melanggar batasan-batasan Allah, dan barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka sungguh dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, sebab menyerupai mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin menyerupai mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung. Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
” Barangsiapa yang menyerupai satu kaum,maka dia termasuk mereka ”
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)

Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik, yakni do’a. Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.

Namun, JANGANLAH kita mendoakan orang lain HANYA pada saat di hari ultahnya saja atau jangan kita mengkhususkan hari tersebut. Hendaknya kita mendoakan orang lain kapan saja.
Nah, kali ini akan saya coba angkat sebuah tuntunan agung dalam mendoakan orang lain.

Al-Imam Muslim rohimahulloh meletakkan beberapa hadits dalam kitab Shohih-nya, yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rohimahulloh :
“Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”
Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`rodhiyallohu ‘anha :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Alloh. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Alloh, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)
Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan : “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya.

Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh menjelaskan : “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Alloh, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”
=======================================
Subhanallah, demikianlah salah satu dari sekian banyak keindahan islam, keagungan sunnah. Ketika kita mendoakan orang lain TANPA SEPENGETAHUAN orang tersebut maka malaikat akan meng-amin-kan doa kita. Ditambah mendoakan kebaikan yang serupa pula untuk diri kita.

Ya Ayyuhal ikhwah
Telah berlalu beberapa “birthday reminder” kalian di facebook saya. Di suatu bulan muncul pula “birthday reminder” saya di facebook kalian atau kalian ingat ulang tahun anggota keluarga saya, seperti anak-anak saya. Namun kali ini indahnya persahabatan kita tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall saat ulang tahun akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu adalah siapa yang paling tulus mendoakan semoga Alloh memberi kita hati yang tulus dan ikhlas untuk berdoa.

Mungkin saya tidak selalu ada saat kalian bahagia. Dan saya pun sering tidak ada saat kalian berduka. Namun ketidakhadiran itu tidaklah berarti ketidakpedulian. Yakinlah kawan, insya Alloh, doa saya bersama kalian.

Kemudian,
Saya tidaklah sebaik ‘Umar ibn Khoththob, bahkan sangat jauh. Namun, saya harap bisa mempunyai kawan yang mewariskan keutamaan Uwais Al-Qorni. Ya, Uwais Al-Qorni, seorang yg tidak terkenal di dunia. Tetapi namanya, suaranya, doanya sangat dikenal oleh penduduk langit sana.

Ya Ayyuhal ikhwah,
Doakan saya. Semoga malaikat-Nya mendoakan kalian juga. Dan semoga Alloh ‘Azza wa Jalla, mengabulkan doa kita semua.

Kamis, 02 Mei 2013

7 kunci menuju ketenangan hati



‎7 Kunci menuju ketenangan hati. ↓

1. Jangan tergantung pada orang lain. Tergantunglah pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri.

2. Jangan berburuk sangka orang lain akan membicarakan / menghina kita.

3. Jangan selalu mengingat penyesalan di masa lalu.

4. Jangan menyimpan kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian.

5. Jangan membiasakan sikap terburu buru. Maka da
ri itu Manage lah waktu kita.

6. Jangan khawatir akan hari esok. Allah Ta’alla menjanjikan masa depan, dan harapan kita tidak akan pernah lenyap.
Cinta, hidup dan mati ada di tangan Allah Ta’alla.
Ia telah menuliskan takdir manusia jauh saat sebelum kita di lahirkan.
Ia tahu apa yg terbaik bagi kita, maka dari itu jangan pernah sesali apa yang terjadi meskipun terasa perih bagi kita.
Pada akhirnya setiap manusia akan di ciptakan untuk saling berpasang pasangan, maka dari itu jangan pernah kuatir akan cinta kita.

7. Ketuklah, Maka pintu akan terbuka.
Ingatlah pada-NYA, maka Ia akan mengingat kita.
Berdoalah, maka keluh kesah kita akan didengarkan.

Salam Itu Doa



SEBARKANLAH SALAM
Pembaca yang budiman, betapa banyaknya umat muslim yang berpaling dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kemudian menggantinya dengan kebiasaan orang-orang kafir. Lihatlah bagaimana kebiasaan mereka dalam berpakaian, berkata, tata cara makan, dan pola pikir yang sangat jauh dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun mirip kebiasaan orang-orang kafir.
Pembaca yang budiman, tidakkah kita pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongan kaum tersebut.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Maka kita semestinya bersemangat dalam melakukan kebaikan dan menghidupkan serta menyuburkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saudariku seakidah, menebar salam antar umat muslim adalah salah satu sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaknya setiap diri menumbuhkan kebiasaan yang mulia ini pada diri sendiri dan lingkungannya.
Dalam Shahih Muslim (54) disebutkan: Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.”
Di dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan diantara syarat masuk surga adalah keimanan kemudian menggantungkan keimanan dengan saling cinta-mencintai sesama muslim, dan itu semua tidak akan terwujud kecuali dengan salah satu caranya, yaitu menebarkan salam antara sesama muslim.
Definisi Salam
Ulama berbeda pendapat akan makna salam dalam kalimat ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu’. Berkata sebagian ulama bahwasanya salaam adalah salah satu nama dari nama-nama Allah sehingga kalimat ‘Assalaamu ‘alaik’ berarti Allah bersamamu atau dengan kata lain engkau dalam penjagaan Allah. Sebagian lagi berpendapat bahwa makna salam adalah keselamatan sehingga maknanya ‘Keselamatan selalu menyertaimu’. Yang benar, keduanya adalah benar sehingga maknanya semoga Allah bersamamu sehingga keselamatan selalu menyertaimu.
Wajibnya Menjawab Salam
Saudariku seiman, jika ada yang mengucapkan salam kepada kita sedang kita dalam kondisi sendiri, maka kita wajib menjawabnya karena menjawab salam dalam kondisi tersebut hukumnya adalah fardu ‘ain. Sedang jika salam diucapkan pada suatu rombongan atau kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah. Jika salah satu dari kelompok tersebut telah menjawab salam yang diucapkan kepada mereka, maka sudah cukup.
Sedang hukum memulai salam adalah sunnah (dianjurkan) namun untuk kelompok hukumnya sunnah kifayah, jika sudah ada yang mengucapkan maka sudah cukup.
Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan salam.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)
Adab Mengucapkan Salam
1. Mengucapkannya Dengan Sempurna
Pembaca, semoga Allah merahmatiku dan merahmati kalian semua, sangat dianjurkan bagi kita untuk mengucapkan salam dengan sempurna, yaitu dengan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.”
Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.” (Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 986, Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau meng-hasankannya).
2. Memulai Salam Terlebih Dahulu
Saudariku di jalan Allah, memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sangat dianjurkan. Hendaknya yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, yang lewat memberi salam kepada yang sedang duduk, dan yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, serta yang berkendaraan mengucapkan salam kepada yang berjalan. Hal tersebut sejalan dengan hadist dari Abu Hurairah. Pengucapan salam yang berkendaraan kepada yang berjalan adalah sebagai bentuk syukur dan salah satu keutamaannya adalah agar menghilangkan kesombongan.
Dalam hadits tersebut, bukan berarti bahwa apabila orang-orang yang diutamakan untuk memulai salam tidak melakukannya, kemudian gugurlah ucapan salam atas orang yang lebih kecil, atau yang tidak berkendaraan, dan semisalnya. Akan tetapi Islam tetap menganjurkan kaum muslimin mengucapkan salam kepada yang lainnya walaupun orang yang lebih dewasa kepada yang lebih muda atau pejalan kaki kepada orang yang berkendaraan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)
Salah satu upaya menyebarkan salam diantar kaum muslimin adalah mengucapkan salam kepada setiap muslim, walaupun kita tidak mengenalnya.
Hal ini didasari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash radiallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhori: 2636, Muslim: 39)
3. Mengulangi Salam Tatkala Berjumpa Lagi Walaupun Berselang Sesaat
Bagi seseorang yang telah mengucapkan salam kepada saudaranya, kemudian berpisah, lalu bertemu lagi walaupun perpisahan itu hanya sesaat, maka dianjurkan mengulang salamnya. Bahkan seandainya terpisah oleh suatu pohon lalu berjumpa lagi, maka dianjurkan mengucapkan salam, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).” (HR. Abu Dawud: 4200, dishohihkan oleh Al-Albani dalam Misykat al-Mashobih: 4650, dan lihat Silsilah Shohihah: 186)
4. Tidak Mengganggu Orang yang Tidur Dengan Salamnya
Dari Miqdad bin Aswad radiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Kami mengangkat jatah minuman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (karena beliau belum datang), kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam datang di malam hari, maka beliau mengucapkan salam dengan ucapan yang tidak sampai mengganggu/ membangunkan orang tidur dan dapat didengar orang yang tidak tidur, kemudian beliau masuk masjid dan sholat lalu datang (kepada kami) lalu beliau minum (minuman kami).” (HR. Timidzi: 2719 dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam Adab Az-Zifaf hal. 167-196 cet. terbaru)
5. Tidak Memulai Ucapan Salam Kepada Orang Yahudi dan Nasrani
Dari Ali bin Abi Thalib radiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani, dan bila kalian bertemu mereka pada suatu jalan maka desaklah mereka ke sisi jalan yang sempit.”
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mulia dan unggul dari yang lainnya. Jika mereka mengucapkan salam kepada kita, maka balaslah salamnya dengan ucapan ‘Wa ‘alaikum’.
6. Berusaha Membalas Salam Dengan yang Lebih Baik atau Semisalnya
Maksudnya, tidak layak kita membalas salam orang lain dengan salam yang lebih sedikit. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:
“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)
Kebiasaan Para Sahabat Berjabat Tangan
Adalah kebiasaan para sahabat jika mereka berjumpa maka saling berjabat tangan antar satu dengan yang lain. Maka apabila kita bertemu dengan seorang teman, cukupkanlah dengan berjabat tangan disertai dengan ucapan salam (Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh) tanpa berpelukan kecuali ketika menyambut kedatangannya dari bepergian, karena memeluknya pada saat tersebut sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, ia berkata:
“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saling berjumpa, maka mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan.” (HR. At-Tabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 97 dan Imam Al-Haitsami berkata dalam kitab Majma’uz Zawaa’id VIII/ 36, “Para perawinya adalah para perawi tsiqah.”)
Saudariku muslimah, yang berusaha meniti jalan kebenaran, hendaklah adab-adab di atas kita jaga. Kita berusaha untuk menanamkannya pada diri kita, memupuknya, memeliharanya serta mengajak orang lain kepadanya. Semoga Allah, Dzat yang membalas kebaikan sebesar dzarrah dengan kebaikan dan membalas keburukan sebesar dzarrah dengan keburukan memberikan kita keistiqamahan untuk senantiasa berjalan di atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa Allahu A’lam.
Maraji:
1.    Terjemah: Adab Harian Muslim Teladan. ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani. Pustaka Ibnu Katsir. Cetakan pertama. 2005.
2.    Majalah Al-Furqon Tahun 6 Edisi 7. Shofar 1428 H.
3.    Catatan Kajian ‘Kitabul Jami’ min Taudhiihul Ahkam min Buluughul Maraam’.
Artikel
http://www.muslimah.or.id

cerita motivasi

motivasi memang yang menjadi berhasil tidak nya seseorang dalam mencapai sesuatu yang di inginkan

Sponsors